FILIPINA AKAN TERUS MENUTUP SELURUH SEKOLAH SELAMA VAKSIN COVID-19 BELUM DITEMUKAN

0
12

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengaku akan terus menutup sekolah selama belum ada vaksin untuk virus Corona COVID-19. Alasannya karena ia ingin memastikan anak-anak aman dari penularan virus yang kini telah menginfeksi lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.

“Saya tidak akan mengizinkan sekolah dibuka saat murid harus duduk bersebelahan. Tidak ada yang ke sekolah sampai saya yakin mereka benar-benar aman. Harus ada vaksinnya dulu,” kata Duterte seperti dikutip dari CNN Filipina, Selasa (26/5/2020).

“Tidak ada kelas, hanya waktu bermain. Kecuali saya yakin mereka aman,” lanjutnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui kegiatan pembukaan atau penutupan sekolah jadi masalah yang harus dipikirkan dengan matang oleh negara-negara. WHO menyebut tidak tiap anak di dunia memiliki akses, kemampuan, dan lingkungan yang sama bila proses belajar terus dilakukan lewat jarak jauh.

Setidaknya ada tiga hal yang disarankan WHO benar-benar harus dipahami pemegang kebijakan bila memang ingin membuka atau menutup sekolah:

1. Kondisi terkini situasi penyebaran COVID-19 dan keparahannya di populasi anak-anak

2. Situasi lokal dan epidemiologi COVID-19 di daerah sekitar sekolah

3. Lingkungan sekolah dan kemampuannya untuk menerapkan upaya pencegahan serta pengendalian penyakit

Di Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim sempat meluruskan isu sekolah akan kembali buka di bulan Juli. Menurutnya itu tidak benar dan keputusan ada pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengkoordinasikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa hari lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here