KEPALA PERAWAT RSUD SOEWANDHIE SURABAYA MENINGGAL AKIBAT COVID-19

0
7

Indonesia kembali berduka. Tenaga medis meninggal dunia hari ini dengan status positif Corona. Tenaga media atau perawat di RSUD Soewandhie, Surabaya, itu bernama Suhartik, AMd Kep.

Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Soewandhie, Surabaya, drg Rince Pangalila membenarkan perihal kepala perawat meninggal. Perawat Suhartik meninggal sebelum Subuh tadi.

“Iya, benar, meninggal pukul 02.30 WIB,” kata Rince saat dihubungi detikcom, Rabu (20/5/2020).

Namun Rince tidak bisa menjelaskan secara detail riwayat menularnya COVID-19 ke tubuh almarhum. Sebab, RSUD Soewandhie juga merawat pasien COVID-19.

Saat meninggal, Suhartik memiliki penyakit penyerta lainnya. “Meninggalnya karena COVID-19, tapi ada faktor pemberatnya karena punya asma,” ujarnya.

Setelah dinyatakan meninggal, tak lama-lama, jenazah langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Keputih. “Langsung dimakamkan, di Keputih kayaknya,” ucapnya.

Suhartik meninggal di RS Husada Utama setelah sekitar empat hari dirawat dalam keadaan kritis. Sebelumnya dirawat dua hari di RSUD Soewandhie, tapi dirujuk karena alat ventilator penuh.

“Dirawat di RSUD Soewandhie dua hari. Karena ruang isolasi ventilator penuh, beliau butuh ventilator, makanya dirujuk ke RS Husada Utama. Kalau nggak Jumat, ya Sabtu. Karena kebetulan di RS Husada Utama ada yang kosong ventilatornya,” jelasnya.

Diketahui, Suhartik merupakan perawat RSUD Soewandhie yang bertugas di unit stroke. Artinya, ia tidak merawat pasien Corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here