TEGA, PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KENA PRANK

0
15

Petugas pemadam kebakaran di Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi korban prank laporan palsu kebakaran yang dilakukan oknum warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo Sutarjo membenarkan informasi tersebut dan hal itu bukanlah pertama kali terjadi

“Damkar tidak pernah kapok. Tidak akan kapok. Kalau ada laporan kebakaran langsung meluncur ke lokasi,” katanya, Selasa (26/5/2020).

Sutarjo menjelaskan, prank tersebut terjadi pada hari Senin (25/5/2020),sekitar jam 09.30 WIB.

Saat itu, petugas mendapat laporan dari warga bahwa telah terjadi kebakaran di dapur sebuah rumah di sekitar Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di sebelah arat Rumah Sakit DKT Solo.

Lalu, sebanyak tiga mobil damkar segera meluncur ke lokasi. Namun, setelah berputar-putar mencari lokasi kejadian, petugas tak menemukannya.

Setelah sadar bahwa laporan kebakaran tersebut palsu, para petugas pun putar balik kembali ke markas.

“Iya, benar (ada laporan kebakaran). Setelah ditindaklanjuti ternyata nihil dan sudah kami laporkan ke jajaran samping (kepolisian) yang berada di tempat,” katanya saat dihubungi Kompas.com.

Benar Salah, Tetap Harus dicek

Sutarjo mengatakan, kejadian tersebut bukanlah pertama kali. Namun, menurutnya, petugas tetap harus datang ke lokasi.

“Tapi, kami memang harus seperti itu, kalau dapat laporan (kebakaran) tidak usah dikonfirmasi benar atau salah. Pokoknya kalau dapat laporan kebakaran langsung berangkat. Kalau harus konfirmasi benar atau salah nanti malah membuang waktu,” terang Sutarjo.

“Damkar tidak pernah kapok. Tidak akan kapok. Kalau ada laporan kebakaran langsung meluncur ke lokasi,” sambung dia.

Sementara itu, menanggapi hal itu, Humas Pemerintah Kota Solo segera mengingatkan warga untuk menghentikan aksi prank kepada petugas damkar melalui akun Instagram resminya, @humaspemkotsurakarta.

“Stop Prank Damkar!!! Dapat Informasi Palsu, Petugas Kebingungan Cari Lokasi Kebakaran”, tulisnya.

Sutarjo menjelaskan, pihaknya berencana akan mengusut laporan tersebut.

Namun, untuk melaporkannya ke polisi, Sutarjo mengaku masih akan membicarakan dengan jajarannya.

“Kami nanti bahas bersama dengan teman-teman di Damkar. Sekarang mencari nomor itu pemiliknya siapa dan posisi di mana mudah. Paling lima menit dia ada di mana ketemu. Kami bahasa dulu tidak usah tergesa-gesa,” ujar dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here